APAKAH ALKITAB
ITU?
Saya masih ingat
waktu masih kuliah di STT (Sekolah Tinggi Theologi) di Jakarta dulu, salah
seorang dosen kami yang mengajar mata kuliah Filsafat tiba-tiba saja bertanya waktu
mau memulai kuliah pertama kami. Yang membuat kami kaget dan tersentak bukan
karena pertanyaannya sulit, bukan. Pertanyaannya bukan mengenai filsafat.
Tetapi pertanyaannya adalah, “Coba jealaskan. Apa Alkitab itu?” Semua mahasiswa
sekitar 20 orang di kelas itu terdiam. Lhoo…, ini para calon pemberita injil
kog diam tidak bisa jawab pertanyaan saya? Semua tetap terdiam seperti
kebingungan. Memang pertanyaannya kelihatannya gampang tapi jawabannya rada
sulit. Merasa tahu tapi tidak bisa jelaskan. Sejak itu saya sadar bahwa selama
30 tahun saya menjadi Kristen sejak dilahirkan di bumi yang fana ini hingga
saya kuliah di sekolah theologia kog tidak bisa menjelaskan apa arti
sesungguhnya dari pada Alkitab itu.
Sejak saat itu saya
bertobat. Saya berusaha mencari tahu dan mempelajari Alkitab itu dengan
sungguh-sungguh. Ketika saya di gereja saya pun mencoba melakukan riset
kecil-kecilan tentang kejadian di kelas kuliah filsafat itu. Saya mencoba
bertanya kepada beberapa orang anggota jemaat gereja tentang pertanyaan yang
sama tapi dengan menggunakan bahasa yang santai, “Apa sih Alkitab itu?” Ternayata
benar, dari sekian orang yang saya tanyai, tak seorang pun yang dapat
memberikan jawaban yang menunjukkan bahwa mereka orang Kristen. Mungkin mereka
sama seperti saya masih di kelas filsafat dulu, merasa sudah tahu karena
bendanya sudah dimiliki dan sering dipegang. Tapi faktanya tidak tahu
sesungguhnya.
Apa yang muncul di
benak saya adalah pertanyaan, “Bagaimana kalau orang non-Kristen yang bertanya
demikian?” Kita sebagai orang yang mengaku orang percaya tapi tidak bisa menjelaskan
kepada orang lain tentang Alkitab yang menjadi peta surga itu. Bagaimana
mungkin orang yang belum percaya bisa memperoleh informasi yang benar sehingga
bisa menjadi orang percaya? Bagaimana mungkin kita bisa memercayai sesuatu yang
tidak kita kenal? Bagaimana mungkin saya sebagai orang percaya yang wajib
memberitakan firman bisa melakukan penginjilan menjangkau jiwa baru bila saya
tidak benar-benar mengetahui apa itu Alkitab? Memang sungguh naïf tetapi itulah
fakta yang terjadi. Memang sulit dibayangkan kalau anggota jemaat sebuah gereja
bisa menguasai Alkitab yang menjadi peta ke Surga itu kalau hanya satu kali
seminggu ke gereja. Itu pun hanya ritual keagamaan saja. Belum lagi dengan
khotbah sang pendeta yang kurang memadai untuk menyirami jemaatnya. Mau tidak
mau, suka tidak suka setiap anggota jemaat yang ingin benar-benar menguasai
peta surga itu, ia harus belajar sendiri, atau mengikuti kursus Alkitab. Masuk sekolah
Roh Kudus.
Bila dosen filsafat
saya dulu bertanya lagi sekarang, “Apa sih Alkitab itu?” Saya pun akan
menjelaskan baik secara teknis maupun secara praktis. Secara teknis dapat
dijelaskan bahwa Alkitab itu adalah kumpulan dari kitab-kitab atau tulisan yang
ditulis oleh para nabi dan para rasul melalui pewahyuan Yehova kepada mereka. Alkitab
dibagi menjadi dua bagian – Perjanjian Lama (PL), dan Perjanjian Baru (PB).
Secara praktis bahwa
Alkitab adalah Firman Tuhan. Firman Tuhan adalah bentuk komunikasi antara Yehova,
Bapa Surgawi dengan manusia, penyataan diri Yehova kepada manusia. Firman Tuhan
mengandung kuasa yang serupa dengan kuasa Yehova yang mengucapkannya (Yesaya
55:11). Firman Tuhan disampaikan kepada manusia untuk melaksanakan kehendak-Nya
tanpa halangan, dan harus diperhatikan oleh para malaikat dan manusia (Mazmur
103:20; Ulangan 12:32). Firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya (Yesaya 40:8).
Firman Tuhan tidak kembali kepada-Nya tanpa digenapi lebih dulu (Yesaya 55:11).
Firman Tuhan yang kita peroleh sekarang ini adalah dalam bentuk tertulis dalam
Alkitab yang disebut logos.
Dalam Perjanjian Baru,
Firman Tuhan (logos) disebutkan
dengan nama atau istilah yang berbeda-beda namun maksudnya tetap sama. Firman
Tuhan (logos) dipakai baik dalam arti
biasa, maupun dengan pengertian pesan Injil (Markus 2:2; Kis 6:2; Galatia 6:6).
Dalam surat-surat kiriman kita memperoleh sebutan Firman Kehidupan (Filipi
2:16), Firman Kebenaran (Efesus 1:13), Kabar Keselamatan (Kis 13:26), berita
Pendamaian (2 Korintus 5:19), pemberitaan tentang salib (1 Korintus 1:18).
Namun semuanya maksudnya adalah Firman Tuhan (logos) yakni amanat dari Tuhan yang dinyatakan dalam Yesus Kristus,
yang wajib diberitakan dan ditaati. Firman Tuhan disebut juga rhema, yaitu firman yang kita ucapakan
dengan iman dan menjadi kenyataan dalam hidup kita. Inilah sesungguhnya yang
disebut dengan senjata rohani kita yang disebut dengan ketopong keselamatan dan
pedang Roh. Karena dengan firman yang kita ucapkan dengan iman kita akan
memperoleh keselamatan dan dapat berkemenangan melawan musuh. Terima kasih
telah membaca. Tuhan Yesus Memberkati. (Ev. H.Y. Manurung)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar