googlee10025ebf65670c5.html google-site-verification=WZRBvJxljDffzVLojeUJj9N6w6DHntK8XboK_23GcLI Apa Kata Alkitab? - Ev. Heldin Manurung: Oktober 2018

Saudara, selamat bertemu kembali dalam program “Apa Kata Alkitab”, bersama saya Ev. H.Y. Manurung.

Setiap orang Kristen harus tahu dan sadar bahwa dia adalah orang percaya, orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus adalah orang yang telah ditemukan oleh Yehova, Bapa Surgawi. Dia adalah orang yang dikasihi oleh Bapa Surgawi. Orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus adalah orang yang telah diberi Roh Kudus oleh Yehova, Bapa Surgawi. Karena hanya dengan tuntunan Roh Kuduslah seseorang dapat mengenal dan menerima Yesus sebagai Tuhannya. Seperti dikatakan dalam Yohanes 6:65: “Lalu Ia (Yesus) berkata: “Sebab itu telah kukatakan kepadamu: Tidak ada seorang pun dapat datang kepadaKu, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya.”

Setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus adalah orang yang lahir baru, menjadi ciptaan baru, manusia roh yang hidup dalam kerajaan Surga. Setiap orang yang hidup dalam kerajaan Surga memiliki seorang raja, yakni Yesus Kristus. dan kerajaan Surga memiliki hukum dan undang-undang dasar, yakni firman Tuhan yang ada dalam Alkitab. Jadi setiap orang Kristen adalah anggota kerajaan surga, anak kerajaan surga, anak Tuhan. Sebagai anak Tuhan yang hidup dalam Kerajaan Surga, kita harus senantiasa hidup berpadanan dengan Firman Tuhan yang kita peroleh dalam Alkitab. Apa pun yang terkait tentang hidup dan kehidupan kita haruslah sesuai dengan hukum dan undang-undang dasar Kerajaan Surga, yakni Firman Tuhan Yesus Kristus.

Saudaraku, kita semua tentu sudah tahu bahwa seseorang yang melanggar undang-undang dan hukum sebuah Negara pasti akan kena hukuman. Demikian juga halnya dengan orang yang hidup dalam kerajaan surga yang merupakan sebuah Negara, Negara Kerajaan, dimana Rajanya adalah Yesus Kristus. setiap orang Kristen, atau anak Tuhan yang hidupnya tidak berpadanan dengan Hukum Kerajaan Surga pasti akan dihukum. Oleh karena itu marilah kita hidup sesuai atau berpadanan dengan Alkitab. Oleh karena itu kita harus senantiasa bertanya dengan “Apa kata Alkitab tentang ….?” “Apa Kata Alkitab?” menjadi nama program ini.



Jumat, 19 Oktober 2018

Apakah Alkitab Itu/ By Ev. H.Y. Manurung

APAKAH ALKITAB ITU?


Saya masih ingat waktu masih kuliah di STT (Sekolah Tinggi Theologi) di Jakarta dulu, salah seorang dosen kami yang mengajar mata kuliah Filsafat tiba-tiba saja bertanya waktu mau memulai kuliah pertama kami. Yang membuat kami kaget dan tersentak bukan karena pertanyaannya sulit, bukan. Pertanyaannya bukan mengenai filsafat. Tetapi pertanyaannya adalah, “Coba jealaskan. Apa Alkitab itu?” Semua mahasiswa sekitar 20 orang di kelas itu terdiam. Lhoo…, ini para calon pemberita injil kog diam tidak bisa jawab pertanyaan saya? Semua tetap terdiam seperti kebingungan. Memang pertanyaannya kelihatannya gampang tapi jawabannya rada sulit. Merasa tahu tapi tidak bisa jelaskan. Sejak itu saya sadar bahwa selama 30 tahun saya menjadi Kristen sejak dilahirkan di bumi yang fana ini hingga saya kuliah di sekolah theologia kog tidak bisa menjelaskan apa arti sesungguhnya dari pada Alkitab itu.

Sejak saat itu saya bertobat. Saya berusaha mencari tahu dan mempelajari Alkitab itu dengan sungguh-sungguh. Ketika saya di gereja saya pun mencoba melakukan riset kecil-kecilan tentang kejadian di kelas kuliah filsafat itu. Saya mencoba bertanya kepada beberapa orang anggota jemaat gereja tentang pertanyaan yang sama tapi dengan menggunakan bahasa yang santai, “Apa sih Alkitab itu?” Ternayata benar, dari sekian orang yang saya tanyai, tak seorang pun yang dapat memberikan jawaban yang menunjukkan bahwa mereka orang Kristen. Mungkin mereka sama seperti saya masih di kelas filsafat dulu, merasa sudah tahu karena bendanya sudah dimiliki dan sering dipegang. Tapi faktanya tidak tahu sesungguhnya.

Apa yang muncul di benak saya adalah pertanyaan, “Bagaimana kalau orang non-Kristen yang bertanya demikian?” Kita sebagai orang yang mengaku orang percaya tapi tidak bisa menjelaskan kepada orang lain tentang Alkitab yang menjadi peta surga itu. Bagaimana mungkin orang yang belum percaya bisa memperoleh informasi yang benar sehingga bisa menjadi orang percaya? Bagaimana mungkin kita bisa memercayai sesuatu yang tidak kita kenal? Bagaimana mungkin saya sebagai orang percaya yang wajib memberitakan firman bisa melakukan penginjilan menjangkau jiwa baru bila saya tidak benar-benar mengetahui apa itu Alkitab? Memang sungguh naïf tetapi itulah fakta yang terjadi. Memang sulit dibayangkan kalau anggota jemaat sebuah gereja bisa menguasai Alkitab yang menjadi peta ke Surga itu kalau hanya satu kali seminggu ke gereja. Itu pun hanya ritual keagamaan saja. Belum lagi dengan khotbah sang pendeta yang kurang memadai untuk menyirami jemaatnya. Mau tidak mau, suka tidak suka setiap anggota jemaat yang ingin benar-benar menguasai peta surga itu, ia harus belajar sendiri, atau mengikuti kursus Alkitab. Masuk sekolah Roh Kudus.

Bila dosen filsafat saya dulu bertanya lagi sekarang, “Apa sih Alkitab itu?” Saya pun akan menjelaskan baik secara teknis maupun secara praktis. Secara teknis dapat dijelaskan bahwa Alkitab itu adalah kumpulan dari kitab-kitab atau tulisan yang ditulis oleh para nabi dan para rasul melalui pewahyuan Yehova kepada mereka. Alkitab dibagi menjadi dua bagian – Perjanjian Lama (PL), dan Perjanjian Baru (PB).

Secara praktis bahwa Alkitab adalah Firman Tuhan. Firman Tuhan adalah bentuk komunikasi antara Yehova, Bapa Surgawi dengan manusia, penyataan diri Yehova kepada manusia. Firman Tuhan mengandung kuasa yang serupa dengan kuasa Yehova yang mengucapkannya (Yesaya 55:11). Firman Tuhan disampaikan kepada manusia untuk melaksanakan kehendak-Nya tanpa halangan, dan harus diperhatikan oleh para malaikat dan manusia (Mazmur 103:20; Ulangan 12:32). Firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya (Yesaya 40:8). Firman Tuhan tidak kembali kepada-Nya tanpa digenapi lebih dulu (Yesaya 55:11). Firman Tuhan yang kita peroleh sekarang ini adalah dalam bentuk tertulis dalam Alkitab yang disebut logos.


Dalam Perjanjian Baru, Firman Tuhan (logos) disebutkan dengan nama atau istilah yang berbeda-beda namun maksudnya tetap sama. Firman Tuhan (logos) dipakai baik dalam arti biasa, maupun dengan pengertian pesan Injil (Markus 2:2; Kis 6:2; Galatia 6:6). Dalam surat-surat kiriman kita memperoleh sebutan Firman Kehidupan (Filipi 2:16), Firman Kebenaran (Efesus 1:13), Kabar Keselamatan (Kis 13:26), berita Pendamaian (2 Korintus 5:19), pemberitaan tentang salib (1 Korintus 1:18). Namun semuanya maksudnya adalah Firman Tuhan (logos) yakni amanat dari Tuhan yang dinyatakan dalam Yesus Kristus, yang wajib diberitakan dan ditaati. Firman Tuhan disebut juga rhema, yaitu firman yang kita ucapakan dengan iman dan menjadi kenyataan dalam hidup kita. Inilah sesungguhnya yang disebut dengan senjata rohani kita yang disebut dengan ketopong keselamatan dan pedang Roh. Karena dengan firman yang kita ucapkan dengan iman kita akan memperoleh keselamatan dan dapat berkemenangan melawan musuh. Terima kasih telah membaca. Tuhan Yesus Memberkati. (Ev. H.Y. Manurung)